Wikipedia

Search results

Wednesday, June 22, 2016

INDONESIA DALAM PERKEMBANGAN TEKNOLOGI


Di Jaman Modernisasi seperti sekarang ini, Teknologi sudah hampir masuk dalam kategori kebutuhan dasar masyarakat, yap mungkin yang kita tau hanya ada Sandang, Pangan, Papan. Rasanya tanpa teknologi, peradaban manusia modern saat ini akan jalan ditempat karena hampir semua aktifitas manusia saat ini melibatkan teknologi.
Kebutuhan manusia akan teknologi sudah tidak terbendung lagi, Semua lapisan masyarakat mulai dari petani hingga pejabat,  Semua golongan usia mulai dari anak-anak hingga lansia, mereka semua sudah mengambil bagian dalam penggunaan teknologi. Handphone contoh sederhananya, dalam 10 tahun terakhir perangkat yang pada awalnya hanya bisa digunakan untuk keperluan komunikasi terbatas seperti mengirim pesan dan Telepon, juga hanya digunakan oleh-oleh kalangan tertentu, kini menjadi tidak terbatas. Dalam genggaman, handphone saat ini menjadi sebuah computer portable canggih yang hanya sebesar telapak tangan. Peruntukannya pun tidak hanya terbatas untuk urusan komunikasi saja, tapi hingga ke urusan hiburan seperti gaming, music, camera, hingga nonton film . Namanya pun berubah dari Handphone menjadi Smartphone.
Dalam perkembanganya Indonesia sudah menjadi bagian dalam pasar global, itu artinya sudah tidak ada batasan lagi untuk arus teknologi yang masuk ke Indonesia. Sayangnya, sebagai sebuah negara yang masih berkembang, kemajuan teknologi di Indonesia masih tergolong sangat lambat. Kenapa?
Menurut mantan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia pada era SBY, Armisa Alisjahbana. Ada beberapa indikator penyebab kenapa teknologi Indonesia masih tergolong rendah, seperti kurangnya kontribusi ilmu pengetahuan dan teknologi di sektor industri, sinergi kebijakan antara pemerintah dan pelaku industri teknologi masih lemah, serta kurangnya sumber daya ilmuwan di Indonesia.
Pernyataan tersebut seperti diamini oleh Laporan United Nations Development Programme (UNDP) tahun 2013, yang menilai indeks pencapaian teknologi Indonesia berada  di urutan ke-60 dari 72 negara. Ukuran yang digunakan berdasarkan penciptaan teknologi yang dilihat dari perolehan hak paten dan royalti atas karya dan penemuan, penyebaran inovasi teknologi mutakhir yang diukur dari jumlah pengguna Internet dan sumbangan ekspor teknologi terhadap total barang ekspor.
Jika dilihat dari tolak ukur UNDP  tadi artinya memang Indonesia masih belum mampu mengimbangai arus teknologi global yang semakin deras diluar sana, dan kita hanya mengambil bagian sebagai sebuah negara dengan masayarakat konsumtif yang hanya bisa mengikuti arus liar teknologi tanpa bisa menciptakan apa-apa. Miris.
Jika menilai kemajuan teknologi di Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir, bisa dibilang sebagai sebuah anugrah karena dengan teknologi semua menjadi lebih mudah, lebih cepat, dan ringkas, karena bukankah itu semua yang kita butuhkan di modern yang serba cepat ini. Dan bukanlah sebuah kutukan, tapi dalam batasan-batasan tertentu ketika teknologi sudah tidak lagi bisa dikontrol, bukan tidak mungkin anugrah tersebut berbalik menjadi sebuah kutukan.

Namun terlepas dari anugrah atau kutukan, ada fakta yang lebih penting untuk kita perhatikan bahwa perkembangan teknologi Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir masih tertinggal, jongkok, jalan ditempat, lambat, atau apalah. Itu!

No comments:

Post a Comment